KOMUNIKASI ILMIAH PENULIS UBAYA
Keywords:
komunikasi ilmiah, ubaya, ppi ubaya, sintaSynopsis
Kemenristekdikti telah mendorong perguruan tinggi agar berkiprah menuju ke universitas berkelas dunia (word class university). Dorongan internasionalisasi perguruan tinggi ini merupakan respons Kemenristekdikti atas keinginan Presiden Joko Widodo agar perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di tingkat global.1 Memang upaya Kemenristekdikti menggalakkan program internasionalisasi PT ini membuahkan hasil peningkatan komunikasi ilmiah para dosen di dunia internasional. Hal ini dibuktikan dengan posisi Indonesia nomor dua di tingkat ASEAN dalam bidang publikasi internasional. Di sisi lain tuntutan untuk menjadi perguruan tinggi berkelas dunia direspons dengan berbagai cara oleh sivitas akademika,
bahkan ada yang sampai harus mengabaikan etika akademik dalam mengelola publikasi karya ilmiah. Temuan tim Penilaian Angka Kredit (PAK) Dikti3 pada 2018 ini menunjukkan pelanggaran etika publikasi yang dilakukan
oleh dosen (peneliti) maupun pengelola jurnal. Temuan yang paling menonjol adalah sitasi atas karya sendiri (selfplagiarism) yang tidak wajar. Selain itu juga ditemukan pengelola jurnal yang yang tidak menjalankan proses telaah (review) dengan baik. Menghasilkan karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal atau prosiding internasional bereputasi memang
memberikan nilai tersendiri bagi para peneliti. Selain akan meningkatkan
h-indeks (indeks banyaknya dokumen ilmiah dan sitasi) yang bersangkutan, juga membantu karier peneliti dalam hal pengurusan jabatan akademiknya. Namun akan menjadi masalah bila mereka bersikap pragmatis, ingin cepat menghasilkan karya ilmiah sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan lagi etika akademik. Akibatnya ditemukan hal-hal yang tidak wajar sebagaimana ditemukan oleh Tim PAK Dikti tersebut. Meningkatkan komunikasi ilmiah melalui publikasi karya ilmiah memang menjadi kewajiban peneliti atau dosen, namun dalam pelaksanaannya harus tetap berintegritas, yakni
memperhatikan etika dalam dunia akademik. Perjalanan panjang Universitas Surabaya yang telah memasuki usia 50 tahun ini juga pasti telah menghasilkan karya-karya ilmiah yang didasarkan pada proses penelitian,
pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat. Karya ilmiah tersebut bukan hanya berkecimpung di kawasan lokal atau regional saja, namun sudah sampai ke tingkat nasional bahkan mendunia. Setidaknya itu dibuktikan dengan karya penulis Ubaya yang dikomunikasikan dalam bentuk buku, artikel jurnal dan prosiding yang terindeks pada lembaga pengindeks internasional bereputasi. Laporan komunikasi ilmiah dalam tulisan ini merupakan laporan penelitian deskriptif yang ingin menyampaikan kondisi
senyatanya gambaran komunikasi ilmiah yang sudah dilakukan oleh penulis (sivitas akademika) Universitas Surabaya. Data diambil dari database SINTA (Science and Technology Index) Kemenristekdikti pada tanggal 9 September
2018. Mengapa SINTA? Karena berdasarkan database inilah Kemenristekdikti melakukan pemeringkatan terhadap perguruan tinggi, dosen, dan pengelola jurnal. Sebagai unit yang baru dibentuk September 2018, Direktorat Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (PPI) ingin melakukan langkah awal dengan membuat peta komunikasi ilmiah penulis Ubaya. Laporan penelitian dibuat sesuai struktur penelitian namun disampaikan dalam bentuk buku
Downloads

